Walah! Harga Tiga Jenis BBM Naik Bersamaan
SPBU. Foto: Fedrik Tarigan/dok.JPNN
JAKARTA - Harga
tiga bahan bakar akan naik secara serentak awal Mei ini. Yakni, Pertamax
yang memiliki RON 92, Pertamax Plus RON 95, dan Pertamina Dex.
Untuk mencegah pengguna
berbondong-bondong kembali menggunakan premium, BUMN energi itu berharap
agar izin pertalite segera keluar.
Terhitung sejak 1 Mei, disparitas harga
bahan bakar minyak (BBM) dengan premium atau solar menjadi semakin
senggang. Premium dengan pertamax misalnya, selisih menjadi Rp 1.400
dari sebelumnya beda Rp 1.200.
Meski berpotensi terjadi migrasi pengguna, Pertamina perlu melakukan perubahan harga supaya tidak rugi.
Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad
Bambang menyebut kenaikan Rp 200 untuk produk pertamax sudah pas.
Apalagi, kompetitor seperti Shell juga sudah menaikkan produknya
terlebih dahulu. "Sudah sesuai dengan kenaikan harga pokoknya, MoPS
(Mean of Platts Singapore)," ujarnya.
Hingga Maret, kenaikan pengguna pertamax
bisa dibilang signifikan. Dari yang biasanya 2 ribu kilo liter (KL) per
hari, meningkat sampai 6-7 ribu KL per hari. Direktur yang akrab disapa
Abe itu berusaha untuk menjaga disparitas harga di angka seribuan
rupiah.
Nah, keputusan pemerintah untuk tidak
menaikkan harga premium membuat disparitas dengan pertamax makin jauh.
Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro
menyebut pertalite diperlukan untuk menjaga pelanggan. "Kami masih
menunggu izin dari Ditjen Migas," ujarnya semalam.
Diyakini, ketika pertalite yang
merupakan produk RON 90 membuat konsumen tidak lagi menggunakan produk
premium. Sebab, memiliki kualitas yang jauh lebih baik tetapi tidak
semahal pertamax. Uji dari Lemigas Kementrian ESDM sendiri sudah muncul,
tinggal Ditjen Migas.
"Penting bagi kami untuk mendapatkan
izin spesifikasi itu," terangnya. Sembari menunggu izin itu, diakui ada
kemungkinan berpindahnya pengguna pertamax ke premium. Tetapi, sebagai
perusahaan besar Wianda menegaskan Pertamina tidak akan membiarkan itu
terjadi.
Meski demikian, dia tidak menjelaskan
apa langkah yang dipersiapkan oleh parusahaan pimpinan Dwi Soetjipto.
Yang pasti, dia menegaskan kalau Pertamina bertanggungjawab untuk
menjaga kualitas setiap produknya. "Tidak ada pembiaran (pengguna
pertamax ke premium) atau apa pun," tuturnya. (dim)
Posting Komentar