Cikarsya Production :

7 Hal Yang Harus Kamu Tahu Tentang Gunung Merbabu October 23rd, 2015 by Aliko Sunawang Paket Pemandu, Guide, Porter Gunung Merbabu dan Gunung di Indonesia Paket Gunung Merbabu ...

Read more »

Penawaran Khusus Wisata dan Kegiatan Paket Meeting/Gathering Selain tempat rekreasi, umbul sidomukti juga memiliki paket meeting/gathering, program halfday, fullday dan juga 2 hari 1 malam ...

Read more »

RESTORAN Umbul SidomuktiPesona Gunung Ungaran Semarang Kantin Pondok Lesehan ikan bakar umbul sidomukti Pondok kopi Coffee Shop 24 jam Kantin     tempat makan yang dekat dengan lo ...

Read more »

PENGINAPAN Umbul Sidomukti Pesona Lereng Gunung Ungaran Semarang Pondok Wisata Villa Pondok Kopi Homestay Pinus Camping Ground Nikmati liburan keluarga Anda di Pondok Wisata Umbul Sidomukt ...

Read more »

Outbond Umbul Sidomukti Wahana Pacu Adrenalin Jam Operasional : Weekday    :  09.00 - 16.30 WIB Weekend   :  08.00 - 17.00 WIB KETIKA ...

Read more »

Taman Renang UmbulSidomukti Jam Operasional : Weekday   :  08.00 - 17.00 WIB Weekend   :  07.00 - 17.00 WIB Taman renang umbul alam Umbul ...

Read more »

Umbul Sidomukti : Pesona Lereng Gunung Ungaran BERANDA Salam Sejahtera, Kami mengucapkan selamat datang di umbul sidomukti Taman Renang Alam. Sungguh menjadi kehormatan bagi kami, Anda te ...

Read more »

Pendakian Gunung Merbabu  Berikut Tips dan Saran Sebelum Pendakian Wekas, Selo, Chuntel, Thekelan, Suwanting Pendakian Gunung Merbabu selalu bisa membuat kesan tersendiri ba ...

Read more »
Latest Post

F-16 yang Terbakar di Halim Perdanakusuma

Written By Provider Wisata on Jumat, 01 Mei 2015 | 02.29

Profil Pesawat F-16 yang Terbakar di Halim Perdanakusuma

 
Reska K. Nistanto/Kompas.com F-16A Block 15AG TNI AU registrasi TS-1611, salah satu pesawat yang dimiliki TNI AU. Pesawat F-16 yang terbakar di Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis (16/4/2015), bernomor ekor TS-1643.
 
JAKARTA, KOMPAS.com — Pesawat tempur F-16 dengan registrasi TS-1643 terbakar saat hendak take-off dari Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (16/4/2015). Kondisi pesawat diketahui mesin terbakar dan roda kiri lepas. Sang pilot dikabarkan berhasil menyelamatkan diri.

TS-1643 merupakan unit F-16C/D-52ID yang baru didatangkan oleh TNI Angkatan Udara dari Hill Air Force Base, Utah, Amerika Serikat, pada September 2014. Pesawat ini efektif  dioperasikan oleh TNI AU selama enam bulan dan masih di bawah pengawasan pabriknya, Lockheed Martin.

Pesawat F-16 ini bukan produksi baru, melainkan pesawat lama yang dihidupkan kembali, dengan menambahkan upgrade komponen di dalamnya. Program ini sebagai bagian dari kesepakatan hibah 24 unit F-16 antara Pemerintah AS dan Indonesia.

Dikutip KompasTekno dari situs majalah Angkasa, Kamis (16/4/2015), F-16C/D-52ID dikembangkan dari basis F-16C/D Block 25 yang tidak dipakai lagi oleh US Air Force dan disimpan.

F-16C/D Block 25 memiliki bentuk fisik dan berat kotor maksimum serta tipe mesin yang sama dengan F-16 Block 15A/B OCU yang telah dioperasikan TNI AU sejak 1989. Setelah melakukan upgrade, F-16C/D Block 25 itu diklaim memiliki kemampuan yang menyamai generasi F-16 yang lebih baru, yaitu Block 52.

F-16C/D-52ID memiliki berat kotor maksimum 37.500 pon dan mesin jet turbofan yang sama, yaitu Pratt & Whitney F100-PW-220/E dengan gaya dorong 24.000 pon sehingga memiliki thrust to weight (T/W) ratio 0,64.

Mesin Pratt and Whitney F100-PW-220/E yang dipakai telah di-upgrade oleh pabriknya di fasilitas Pratt & Whitney di Old Kelly AFB sehingga mesin yang digunakan diharapkan memiliki umur komponen dua kali lebih lama dari mesin standar.

F-16C/D-52ID dihibahkan oleh AS sebagai bagian dari Excessive Defense Articles (EDA) sehingga pihak Indonesia secara kuantitas mendapatkan 24 pesawat F-16C/D Block 25 secara cuma-cuma.

Meski demikian, Pemerintah Indonesia tetap harus mengeluarkan biaya untuk keperluan upgrade dan refurbish semua sistem yang ada di pesawat agar memiliki kemampuan mutakhir setara kemampuan avionik pada F-16C/D Block 52. 
 
Editor: Reza Wahyudi
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Pesawat F-16 TNI AU Terbakar

Jet Tempur Typhoon yang Bisa Diproduksi PT DI

Ini Komponen Jet Tempur Typhoon yang Bisa Diproduksi PT DI

 
Eurofighter Gambar konsep pengembangan Eurofighter Typhoon yang mengintegrasikan Comformal Fuel Tank (CFT) di punggungnya.
 
JAKARTA, KOMPAS.com - Produsen pesawat tempur konsorsium Eropa, Eurofighter menjanjikan transfer teknologi dan perakitan pesawat jika pemerintah Indonesia akhirnya memilih jet tempur produksinya, Typhoon sebagai pengganti F-5 Tiger.

Selain itu, Indonesia juga berkesempatan untuk memproduksi komponen pesawat Typhoon, melalui fasilitas produksi yang dimiliki oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

Lantas, komponen apa yang bisa diproduksi oleh pabrik perakitan pesawat yang bermarkas di bandung, Jawa Barat itu?

Martin Elbourne, Head of Industrial Offset Eurofighter menyebutkan jenis komponen yang bisa diproduksi oleh PT DI.

"Komponen yang bisa diproduksi PT DI antara lain adalah comformal fuel tank," ujar Elbourne saat dijumpai KompasTekno di Jakarta, Selasa (14/4/2015).

Comformal Fuel Tank (CFT) adalah tanki bahan bakar tambahan yang dipasang menyatu mengikuti lekuk badan pesawat, yang bisa memberikan bahan bakar tambahan tanpa mengurangi aerodinamika pesawat, jika dibandingkan dengan external drop tank yang biasanya dicantolkan di sayap atau bagian bawah pesawat.
 
the avionist Comformal fuel tank (lingkaran mera
h) yang terpasang di badan Eurofighter Typhoon
 
Dijelaskan oleh Martin, CFT bisa memberikan keuntungan bagi TNI Angkatan Udara jika mengoperasikan jet tempur Typhoon yang dilengkapi dengan fitur ini, seperti waktu terbang lebih lama, jangkauan lebih jauh, serta tidak mengurangi jumlah persenjataan yang bisa diusung oleh Typhoon.

Sebab, berbeda dengan menggunakan external drop tank, walau sama-sama bisa memberikan bahan bakar lebih banyak dan jangkauan lebih jauh, namun drop tank tersebut menggunakan kaitan yang seharusnya bisa dipasangi persenjataan.

Selain itu, CFT juga disebut Martin sesuai dengan profil wilayah Indonesia yang luas dan berpulau-pulau, sehingga TNI AU bisa melakukan patroli wilayah lebih lama.

Ke depannya, selain memproduksi CFT untuk kebutuhan TNI AU sendiri, PT DI juga bisa mengekspor CFT ke negara-negara lain yang juga mengoperasikan Eurofighter Typhoon, seperti Jerman, Inggris, Spanyol, dan Arab Saudi.

"Ini kesempatan yang bagus bagi PT DI untuk meningkatkan kemampuannya dari produsen pesawat terbang sipil menjadi produsen pesawat tempur," pungkas Martin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Pertahanan RI sedang mencari pengganti jet tempur F-5 Tiger yang akan segera dipensiunkan. Eurofighter Typhoon bersamaan dengan JAS-39 Gripen, Sukhoi Su-35, dan F-16 Block 60 menjadi kandidat utama pengganti F-5. 
 
Editor: Reza Wahyudi

Amazon Akan Bangun Server di Indonesia

Jika Perlu, Amazon Akan Bangun Server di Indonesia

 
Oik Yusuf/KOMPAS.com
Head of ASEAN AWS Richard Harshman dalam acara jumpa pers di Jakarta (15/4/2015).

KOMPAS.com - Perusahaan jasa komputasi cloud Amazon Web Services (AWS) membidik kebutuhan digital para pelaku bisnis di Indonesia, mulai dari penyewaan daya komputer , pengiriman konten, hingga storage.
Untuk melancarkan hal tersebut, apakah anak usaha Amazon ini berniat membangun pusat data di Indonesia?
 
"Soal itu (server di Indonesia) kami kembalikan ke kebutuhan pelanggan. Kami sendiri mengambil pendekatan jangka panjang. Sejauh ini, tak ada masalah latency untuk para pelanggan di Indonesia," ujar Head of ASEAN AWS Richard Harshman dalam acara jumpa pers di Jakarta (15/4/2015).
 
Dia mengatakan bahwa pihak AWS selalu terbuka mempertimbangkan untuk menggelar data center di negara tempat pelanggan berada, apabila memang diperlukan atau disyaratkan oleh pemerintah negara yang bersangkutan.
 
AWS menjalankan operasi di berbagai belahan dunia dengan mengandalkan 11 data center yang masing-masing melayani cakupan wilayah dalam batas tertentu. Ke-11 data center itu tersebar di beberapa benua, termasuk Amerika, Eropa, Asia, dan Australia.
 
“Data center yang paling dekat dari Indonesia letaknya di Singapura,” lanjut Harshman, sambil menambahkan bahwa sebuah negara tak perlu memiliki infrastruktur data center sendiri untuk bisa mengakses layanan AWS dengan lancar.
 
“India dan Taiwan juga tak memiliki infrastruktur (data center AWS), tapi nyatanya kami bisa sangat berkembang di sana,” kata dia.
 
Di Indonesia sendiri kewajiban memiliki data center dalam negeri bagi para penyelenggara layanan online sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.
 
Namun, akhir tahun lalu Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan bahwa tak semua server perusahaan asing mesti ditempatkan di Indonesia. Hanya yang berkenaan dengan keamanan dan kepentingan nasional saja yang didorong agar melakukan hal tersebut.
 
“Misalnya nggak, ya nggak hagus. Untuk apa ada teknologi cloud computing? Teknologi itu menembus batas negara,” ujar Rudiantara ketika itu.
Editor: Reza Wahyudi

Smartphone Layar 4K Siap Meluncur Tahun Depan

Smartphone Layar 4K Siap Meluncur Tahun Depan

 
Oik Yusuf/ Kompas.com Salah satu unit Galaxy S6 yang diperlihatkan ke tamu acara peluncuran di Barcelona, Spanyol (1/3/2015)
 
KOMPAS.com - Produsen elektronik Jepang, Sharp baru saja memperkenalkan teknologi layar smartphone dengan resolusi 4K (atau empat kali Full HD). Bila sesuai jadwal, layar dengan tampilan super tajam ini itu akan dipasarkan mulai tahun depan.

Layar 4K IGZO berukuran 5,5 inci yang diproduksi Sharp tersebut memiliki resolusi 3840 x 2160 piksel dengan kerapatan piksel 806 piksel per inci.

Dikutip KompasTekno dari BGR, Senin (13/4/2015), vendor smartphone pertama yang akan mengusung layar resolusi tinggi itu adalah Samsung, dengan perangkatnya, Galaxy S7 yang akan diluncurkan tahun depan.

Selain Samsung, Sharp juga telah membuat layar untuk Apple. iPad Pro adalah salah satu perangkat yang dikabarkan akan mengusung teknologi layar 4K ini. Selain itu, iPhone di masa mendatang juga bisa saja mengusung layar 4K.

Apple sendiri saat ini memiliki teknologi Retina untuk perangkat-perangkatnya. Perusahaan teknologi itu juga mengembangkan layar resolusi 5K untuk perangkat komputer iMac, serta dukungan layar eksternal 4K untuk beberapa model Mac.

Apple juga dirumorkan sedang menggarap iMac dengan resolui layar 8K. 
 
Sumber: BGR
Editor: Reza Wahyudi

Intel Buat Kamera 3D untuk Ponsel

Intel Buat Kamera 3D untuk Ponsel

 
PC World Purwarupa Intel RealSense yang dipasang pada smartphone berukuran 6 inci
 
KOMPAS.com - Intel selama ini telah menghadirkan teknologi kamera 3D di komputer desktop, laptop, tablet hingga drone. Pengumuman terbarunya kali ini melengkapi peruntukan teknologi bernama RealSense tersebut, yaitu modul kamera 3D yang bisa dipasang pada ponsel berukuran 6 inci.

CEO Intel Brian Krzanich baru-baru ini memamerkan teknologi RealSense untuk ponsel dalam ajang Intel Developer Forum (IDF) di Shenzen, Tiongkok. Bentuk modul tersebut mirip dengan modul kamera sebelumnya,namun dalam ukuran yang lebih ringkas dan langsing.

Seperti dikutip KompasTekno dari Engadget, Jumat (10/4/2015), Intel RealSense untuk ponsel dirancang agar panas yang dihasilkannya tetap rendah, juga diklaim punya jangkauan deteksi yang lebih jauh dibanding kamera sebelumnya.

Krzanich sendiri memamerkan modul tersebut di atas panggung dengan cara memasangnya ke dalam sebuah purwarupa ponsel pintar berukuran 6 inci. Sayangnya, eksekutif Intel ini tidak menghidupkan perangkat yang dipakainya itu.

Teknologi Intel RealSense ini akan membantu dalam hal pemindaian tiga dimensi, misalnya mengenali wajah pengguna perangkat. Dalam demo yang berbeda, Krzanich sempat menunjukkan sebuah tablet Windows 10 yang dikembangkan berbasis perangkat pengembangan Skylake lengkap dengan kamera RealSense di dalamnya. Pria ini menggunakan kamera tablet tersebut untuk memindai wajahnya sendiri dan membuka kunci tablet.

Selain memindai wajah, teknologi RealSense yang diterapkan pada drone diklaim bisa membuatnya anti-nabrak. Dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2015, awal tahun ini, Krzanich sempat memamerkan wujud teknologi tersebu dalam drone.

"Aneka drone ini bisa menghindari rintangan. Pada kenyataannya, dunia di sekeliling memang penuh berisi rintangan-rintangan," ujar pria berusia 54 tahun itu ketika berbicara di panggung CES.

Krzanich membuktikan ucapannya dengan cara "menyuruh" salah satu drone untuk melewati sebuah jalur yang dipasangi aneka halangan. Drone berteknologi RealSense pun terlihat terbang dengan cerdas, meliuk, dan berbelok untuk melewati rintangan di sekelilingnya.

Ketika sampai di ujung jalur dengan sebuah pintu tertutup yang tak bisa dilewati, drone sempat berpikir beberapa saat sebelum mengenali bahwa obyek di hadapannya adalah "pintu". Namun drone tidak langsung menerjang pembatas, melainkan menunggu agar pintu dibukakan oleh si empunya drone. Drone pun melenggang masuk setelah pintu tertutup itu dibuka. 
 
Sumber: ENGADGET
Editor: Wicak Hidayat

Baterai Android yang Lebih Tahan Lama

Google Bikin Baterai Android yang Lebih Tahan Lama

 
The Verge Patung Android Lollipop di Markas Google
 
KOMPAS.com - Pengguna gadget merupakan salah satu yang paling khawatir baterai dalam perangkat miliknya kehabisan daya. Pasalnya di era digital ini, mulai dari pekerjaan sampai urusan pergaulan, semuanya terpusat pada gadget.

Namun kekhawatiran seperti itu agaknya akan segera mendapatkan solusi. Salah satunya dari Google yang sekarang diketahui sedang mengembangkan teknologi baterai untuk membuatnya bisa menyimpan energi lebih banyak namun dengan ukuran yang tetap tipis.

Seperti dikutip KompasTekno dari Slashgear, Senin (13/4/2015), riset tersebut dilakukan dengan meningkatkan kapasitas baterai lithium-ion dan mengembangkan solid-state batteries.

Solid-state batteries ini menggunakan elektroda padat yang cenderung lebih aman, bahkan diklaim dapat juga digunakan untuk implant pada manusia.

Penelitian tersebut dipimpin oleh Dr. Ramesh Bhardwaj yang merupakan anggota Google X. Dia mengarahkan agar teknologi baterai ini dikembangkan untuk tujuan konsumer.

Jika terwujud nanti, baterai buatan laboratorium Google X tersebut akan bisa digunakan di banyak perangkat. Mulai dari mobil tanpa awak buatan mereka, hingga untuk perangkat robotika, komunikasi, dan ponsel Android.

Sayangnya tidak ada kepastian jelas atau tenggat waktu yang menunjukkan kapan teknologi ini bisa tercapai.

Selama ini laboratorium Google X dikenal sebagai wadah eksperimen raksasa internet Amerika Serikat itu. Beberapa di antara hasil eksperimen mereka adalah Glass, kacamata pintar yang dapat terhubung ke internet dan Google Loon yang menggunakan balon udara sebagai media penyediaan koneksi internet. 
 
Sumber: SlashGear
Editor: Reza Wahyudi
Previous 2345678910111213 Next

Paket Wisata

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kabar Internet - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger