Cikarsya Production :
Latest Post

Pendakian Gunung Merbabu

Written By Syarifain Ghafur on Minggu, 21 Agustus 2016 | 07.03

Pendakian Gunung Merbabu 

Berikut Tips dan Saran Sebelum Pendakian

Wekas, Selo, Chuntel, Thekelan, Suwanting


Pendakian Gunung Merbabu selalu bisa membuat kesan tersendiri bagi para pendakinya, hal inilah yang menjadikan gunung ini menjadi salah satu gunung favorit bagi para pendaki, selain karena aksesnya yang mudah dituju juga sepanjang jalur perjalanannya kita akan disuguhi pemandangan yang sangat indah.

Untuk mendaki gunung Merbabu kita bisa melalui 5 jalur yaitu :
1. Jalur Selo (Boyolali)
2. Jalur Wekas (Magelang)
3. Jalur Cunthel (Magelang)
4. Jalur Thekelan (Magelang)
5. Jalur Suwanting (Magelang, jalur baru)

Dan untuk kali ini saya ingin membahas tentang jalur Selo, karena jalur ini dinilai paling mudah diakses dan paling populer, pemandangannya juga lebih indah.

Untuk menuju basecamp pendaki Gunung Merbabu via Selo kita harus naik bus jurusan Magelang-Boyolali kemudian turun di Polres Selo. Setelah turun dari Selo perjalanan dilanjutkan dengan naik ojek, karena tidak ada lagi angkutan yang menuju basecamp, jika ingin menghemat bisa juga dengan jalan kaki tetapi sedikit menguras tenaga.
Setelah perjalanan naik ojek selama kurang lebih 15 menit dengan jarak 3km, sampailah kita di basecamp gunung Merbabu, lokasinya tepat sebelum gapura gerbang pendakian. Ada papan penujuk di depan basecamp sehingga para pendaki bisa dengan mudah menemukannya.
Suasana sekitar basecamp
Setelah sampai di basecamp kita dapat melakukan registrasi dengan tarif Rp 16.000 per orang. Jika menitipkan motor dikenai biaya Rp 5000 per motor. Untuk registrasi cukup menggunakan KTP, SIM, atau kartu identifikasi lain, sebagai pendataan. Untuk batasan jumlah pendaki, gunung Merbabu tidak diberlakukan sistem kuota, jadi pendaki tidak usah repot-repot mendaftar jauh-jauh hari terlebih dahulu. Cukup datang dengan membawa kartu identitas saja.

Kecuali jika ada sesuatu hal yang bersifat darurat, seperti cuaca yang ekstrim, kebakaran hutan, terjadi longsor di jalur pendakian, DLL. maka kemungkinan pendakian ditutup.
Gerbang pendakian gn. Merbabu
Jalur awal pendakian masih rimbun, menerobos hutan
Dari basecamp perjalanan dimulai dengan melewati gerbang pendakian Gunung Merbabu jalur Selo. Setelah itu kita akan berjalan di tengah hutan pinus yang biasanya digunakan sebagai camping ground. Dari sini jalur pendakian masih terbilang cukup landai dan jelas karena sepanjang jalan menuju Pos 1 terdapat banyak petunjuk arah yang bisa menuntun kita. Untuk menuju Pos 1 diperlukan waktu sekitar 1 jam perjalanan.

Pos 1 sendiri berupa sebidang tanah yang bisa kita gunakan untuk mendirikan beberapa buah tenda saja. Pos ini terletak di tengah hutan sehingga pemandangan terhalang oleh pohon-pohon. Di pos 1 juga tidak ada bangunan atau shelter yang bisa kita buat berteduh ketika hujan, selain itu juga tidak ada sumber mata air disini.
Selepas Pos 1 menuju Pos 2 perjalanan dimulai dengan jalur yang masih landai yang membentang di tengah hutan tropis yang udaranya sejuk. Di tengah perjalanan kita akan menemukan pos bayangan. Sebelum pos bayangan ada tanjakan yang cukup terjal dan ini adalah trek terberat selama perjalanan menuju Pos 2. Diperlukan waktu sekitar 45 - 60 menit perjalanan untuk sampai di Pos 2.

Kondisi Pos 2 hampir sama dengan Pos 1 hanya berupa sebidang tanah tanpa adanya shelter. Pos ini juga berada di tengah hutan jadi masih tidak ada pemandangan yang bisa dilihat.

Setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju Pos 3 yang kali ini jalur pendakian sudah mulai terbuka dan sudah mulai sedikit menanjak. Disini kita sudah bisa menyaksikan pemandangan lembah pegunungan dan bunga edelweiss yang tumbuh di lereng gunung. Untuk sampai di Pos 3 diperlukan waktu sekitar 30 - 45 menit.

Pos 3 ini berupa tanah datar yang cukup luas. Di pos ini pendaki bisa mendirikan banyak tenda. Disini medannya terbuka sehingga angin akan berhembus kencang karena tidak adanya pohon. Pemandangan di Pos 3 ini sangat indah dengan view Gunung Merapi yang mulai terlihat dengan jelas, nampak berdiri dengan gagah.
Edelweis dengan background gn. Merapi
Jalur pendakian semakin gersang
Untuk menuju Pos 4 kita harus melewati jalur yang bisa dibilang paling terjal sepanjang pendakian via Selo. Jalur yang dilewati berupa tanah merah yang sangat berdebu ketika musim kemarau dan akan sangat licin ketika hujan. Banyak percabangan di sepanjang jalan, tapi semua kan kembali mejadi satu sebelum tiba di Pos 4. Sebelum Pos 4 kita akan melewati sebuah tanah lapang yang bisa kita gunakan untuk mendirikan tenda. Pemandangan sepanjang perjalanan sangatlah indah dengan pemandangan padang savana yang membentang luas. Dibutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk sampai di Pos 4.
Jalur terjal dengan vegetasi terbuka

Keadaan jalur yg gersang, tidak ada tempat untuk meneduh dari sengatan matahari

Pos 4 sering disebut Sabana 1 karena memang pos 4 terletak di pinggir sabana yang luas dan indah. Di pos 4 juga tidak ada shelter untuk berteduh. Biasanya para pendaki mendirikan tenda di dekat pohon untuk melindungi dari terpaan angin yang berhembus kencang.
Sabana 1 penuh dengan tenda yang warna-warni

Jalur makin terjal, kalo kemarau berdebu tp kalo penghujan licin
Selepas pos 4 perjalanan dilanjutkan menuju Pos 5 atau banyak yang menyebutnya Sabana 2. Di sepanjang perjalanan kita akan melewati pemandangan yang menawan dan akan terlihat sabana 1 yang begitu indah jika dilihat dari tempat yang lebih tinggi. Kita harus melintasi padang yang terbuka dengan waktu sekitar 30 menit untuk sampai di Pos 5.

Padang Sabana yang luas
Jalur yang terjal namun pemandangannya luar biasa
Pos 5 letaknya berada di pinggir sebuah sabana. Di Pos 5 biasanya para pendaki mendirikan tenda untuk menginap sebelum dini hari melanjutkan perjalan ke puncak.

Sepanjang perjalanan menuju puncak kita akan menemukan banyak bunga edelweiss yang sangat indah. Jalur yang dilalui terus menanjak hingga sampai ke puncak. Jalur berada di area yang terbuka sehingga kabut dan angin langsung menerjang kita. Untuk sampai di puncak membutukan waktu sekitar 1 jam.
Sabana 2
Puncak Kenteng Songo adalah puncak paling tinggi diantara 7 puncak di Gunung Merbabu. Dari sini kita dapat melihat Gunung Merapi yang berdiri dengan gagah di sebelah selatan.
Gn. Merapi terlihat dari puncak Kenteng Songo



Perjalanan turun kita akan disuguhi pemandangan yang indah, nampak gn. Merapi terlihat jelas

Tips dan saran sebelum pendakian:
* Gunung Merbabu termasuk gunung dengan kondisi medan terbuka, artinya sepanjang pendakian jarang ditemui hutan yang lebat, sebagian besar padang sabana, jadi untuk menghindari sengatan terik matahari, membawa krim sunblock hukumnya wajib, pakai pakaian yang tertutup, topi rimba dan jangan lupa bawa payung lipat.

* Cuacanya cukup ekstrim, jika siang terasa sangat panas, tetapi jika malam sangat dingin, antisipasi dengan sleeping bag, pakaian hangat. Agar wajah dan hidung tidak pecah dan mengelupas sebaiknya oleskan lotion pelembab dan lindungi hidung dengan kapas yang ditempel dengan plester, jangan pakai salonplas.

* Jalur sabana biasanya banyak percabangan dan banyak bekas aliran air hujan yang mirip dengan jalur, hal ini sangat mudah menyesatkan pendaki, jadi sebaiknya perjalanan dilakukan siang hari, kecuali jika musim pendakian atau jalur ramai.

* Perjalanan ke puncak membutuhkan waktu sekitar 6-7 jam, jadi untuk menghindari terik matahari sebaiknya start mendaki sekitar pukul 13.00wib (sehabis dzuhur), dengan asumsi menjelang maghrib sudah bisa membuka tenda di pos 5, dan besoknya melanjutkan pendakian lagi sekitar pukul 03.30 wib dini hari, agar bisa melihat Sunrise di puncak.

* Di puncak banyak terdapat kera-kera liar, sebaiknya hati-hati dan jangan biasakan memberi makanan pada mereka, agar tidak terbiasa makan makanan manusia.

* Untuk logistik bisa berbelanja di pasar Selo. Karena disini sangat lengkap mulai dari pasar tradisional, minimarket, ATM, warung makan dan juga kantor polisi.

* Untuk air sebaiknya bawa dari basecamp, karena disepanjang jalur tidak ditemui mata air.

* Jangan lupa sampah dibawa turun

Selamat mendaki, salam rimba salam lestari...
=====================================
 

Benteng Pendem

Written By Syarifain Ghafur on Senin, 15 Agustus 2016 | 22.29

Benteng Pendem 

Wisata Sejarah di Benteng Pendem



Letak dan Lingkungan
Benteng Pendem terletak di wilayah dusun Kebonjati,desa Cilacap, Kecamatan Cilacap, kabupaten Cilacap.Posisi geo-grafisnya adalah 108 49’08” BT dan 7*40’31”.Pada saat ini di halaman dalam benteng telah dibangun beberapa fasilitas wisata seperti loket penjualan tiket dan toilet. Sedangkan halaman luar terdapat kilang minyak milik Pertamina di belakang benteng dan pantai wisata Teluk Penyu di sebelah timur. Di lingkungan luar benteng juga terdapat makam orang-orang Belanda seperti makam PH.M. Regena Berg istri JN Lagaar asisten Residen Cilacap yang meninggal 23 Juli 1888. Juga M.Herz Asisten Residen Cilacap yang meninggal 22Mei 1909. Benteng ini terletak berha-dapan dengan pulau Nusakambangan yang juga terdapat sebuah benteng. Sedangkan di daerah Karangbolong dahulu juga terdapat sebuah benteng.

Pemugaran dan Pemanfaatan
Setelah tidak digunakan oleh RPKAD Benteng Pendem dimanfaatkan oleh Pe-merintah Daerah TK II Cilacap sebagai obyek wisata sejak tahun 1986. Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah telah memugar beberapa tempat yang rusak berat pada tahun 2002 dan 2005.

Kondisi Bangunan
Pada umumnya bangunan mengala-mi kerusakan karena faktor alam. Posisi yang berada di dekat pantai dan letaknya yang di bawah permukaan tanah beraki-bat benteng ini mudah kemasukan air pa-sang dari laut maupun air hujan.

Bentuk Bangunan
Benteng Pendem merupakan bangunan terbuat dari batu bata plesteran dibangun melalui beberapa tahap. Beberapa bagian dari benteng yang masih dapat dilihat meliputi: bangunan penjara, ruang senjata, terowongan, gudang dan dapur, bangunan akomodasi, barak prajurit/asrama, benteng pertahanan dan pengintai, dan parit.

Bangunan Penjara

Bangunan penjara menghadap ke utara dengan jendela-jendela berteralis, dinding

Ruang Senjata
Bentuk ruangan senjata tidak berbeda jauh dengan bangunan penjara, karena ruang senjata berada dalam satu komplek dengan penjara. Yang membedakan dengan penjara hanya ruang senjata memiliki dua lantai.

Bangunan Terowongan
Bangunan terowongan dengan 4 pintu masuk yang mengarah pada 4 penjuru arah angin.

Sejarah Benteng Pendem
Pembangunan benteng ini menurut babad Banyumas dilaksanakan oleh Sunan Paku Buwono IV untuk keperluan menghadapi bajak laut yang sering menyerang pantai. Sehingga terdapat kemungkinan sebelum di bangun oleh Belanda dahulunya memang sudah terdapat sebuah benteng. Pada awalnya nama benteng yang autentik tidak ditemukan, kemudian masyarakat memberikan nama “Benteng Pendem”. Pemberian nama ini kemungkinan karena bentang dibangun di bawah permukaan tanah. Benteng pertahanan yang dibuat pemerintahan Belanda ini, diperkirakan berfungsi sejak tahun 1879 dan rupanya benteng Pendem adalah pusat pertahanan dari benteng-benteng pertahanan lainnya seperti benteng Karangbolong dan benteng di pulau Nusakambangan. Berbagai sumber menyebutkan bahwa penggunaan benteng oleh Belanda sampai tahun 1942 yaitu pada saat penyerahan kekuasaan Belanda kepada Jepang. Setelah itu Benteng Pendem tidak banyak digunakan oleh Jepang. Sampai tahun 1952-1962 dimanfaaatkan oleh pasukan RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat) sebagai latihan pertempuran dan pendaratan laut. Baru pada tahun 1986 Pemerintah Daerah TK II Cilacap mengembangkannya sebagai obyek wisata budaya. Pendirian benteng ini oleh Belanda hampir bersamaan dengan munculnya Tanam Paksa yang dicanangkan oleh Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch. Pada saat itu Cilacap memang menjadi pelabuhan penting untuk mengangkut hasil perkebunan Tanam Paksa antara lain dari Yogyakarta dan Purworejo. Pada masa jayanya pelabuhan Cilacap pernah menjadi saingan pelabuhan Semarang karena Jawa Tengah selatan dan sebagian Jawa Barat selalu mengirimkan hasil buminya melalui Cilacap. Dengan demikian kedudukan benteng ini bernilai strategis bagi Belanda dalam mengamankan ekspor hasil perkebunan yang telah menyumbangkan dana yang berlimpah bagi negeri Belanda. Pelabuhan Cilacap menjadi sepi karena jalan darat di daerah pedalaman mulai dibangun baik jalan kereta api maupun untuk kendaraan bermotor lainnya. Sehingga barang ekspor maupun impor dapat dikirim atau didistribusikan dari dan ke pedalaman Jawa Tengah melalui pelabuhan Semarang (BPCB Jateng).

sumber : http://bolehtanya.com





















Batu Bersusun Unik di Sidomulyo Tarik Perhatian Peneliti

 Batu Bersusun Unik di Sidomulyo Tarik Perhatian Peneliti

Susunan batu unik di Bukit Pajangan Sidomulyo. (Foto: Jarot S)
 
PURWOREJO (KRjogja.com) - Susunan batu yang unik ditemukan di Bukit Pajangan Dusun Makemdowo Desa Sidomulyo Kecamatan/Kabupaten Purworejo pascabencana tanah longsor pertengahan Juni 2016. Batu andesit yang tersusun unik bahkan dinilai menyerupai candi itu menarik perhatian sejumlah peneliti bidang geologi.

Batu tersebut dinilai unik karena berbentuk potongan balok berukurang 1,5 meter - 3 meter. Batu andesit itu tersusun berundak dengan posisi horisontal dan miring. Susunan rapi itu terhampar sepanjang 200 meter dengan ketinggian sekitar 150 meter. "Longsor di lereng Bukit Pajangan menyebabkan tanah yang menutup susunan batu terkelupas," kata Marwoto Kepala Desa Sidomulyo, menjawab pertanyaan KRjogja.com, Minggu (14/8/2016).  

Peneliti yang datang ke desanya antara lain dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. "Kebetulan mahasiswa UII memang sedang KKN di desa kami, rektor membawa rombongan peneliti geologi datang sekaligus mengecek ke lokasi," ujarnya.

Menurutnya, ada pernyataan dari tim peneliti UII yang menjadi perhatian warga, yakni seandainya susunan batu itu betul-betul candi, maka ukurannya lebih besar dibandingkan Borobudur. Selain itu, usia batuan diduga lebih tua.

Kendati demikian, katanya, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah struktur tersebut bentukan alam atau manusia. "Pengalaman saya bekerja di Museum Nasional Jakarta, batuan di Bukit Pajangan berbeda dengan batu sungai pada umumnya," tuturnya.(Jas)

Transport Antar Jemput Pendakian

Written By Syarifain Ghafur on Minggu, 14 Agustus 2016 | 06.31



Transport Antar Jemput Pendakian
Kami XploreWisata(dot)com # XploreIndonesia

Start (dimulai dari)
  1. Area Yogyakarta
  2. Bandara Adi Sutjipto
  3. Stasiun Tugu Yogyakarta
  4. Stasiun Lempuyangan
 To (Tujuan)
  1. Gunung Merbabu 450.000
  2. Gunung Merapi 450.000
  3. Gunung Lawu 550.000
  4. Gunung Prau 550.000
  5. Gunung Andong 475.000
  6. Gunung Ungaran 550.000
  7. Gunung Telomoyo 475.000
  8. Gunung Sindoro 475.000
  9. Gunung Sumbing 475.000
  10. Gunung Sikunir 550.000
  11. Gunung Semeru 1.500.000
Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi 
085.643.455.685 # 7A722B86

#Selama Masa Promo saja lhoo yaaaaaaaaa.......

Liburan 17 Agustus? Yuk Mendaki Gunung Prau

Written By Syarifain Ghafur on Senin, 08 Agustus 2016 | 23.46

Liburan 17 Agustus? Yuk Mendaki Gunung Prau

Mau Bareng ?? Bisa Hubungi 085.643.455.685 # 7A722B86

KOMPAS.COM, JAKARTA (8/8/2016) | Berencana liburan saat 17 Agustus nanti? Menikmati pemandangan pegunungan dengan cara mendaki bisa menjadi pilihan liburan.

Gunung Prau di Jawa Tengah adalah salah satu yang bisa memanjakan mata pendaki. Gunung dengan ketinggian 2.565 mdpl itu menawarkan panorama seperti Gunung Sindoro, Sumbing, awan-awan menggumpal, dan tentunya momen matahari terbit dan tenggelam.

Bendahara Yayasan Konservasi Gunung Prau, Paulus Nugrahajati mengatakan, pendakian Gunung Prau tetap dibuka pada libur 17 Agustus. Ia menambahkan, pada 17 Agustus mendatang akan ada upacara pengibaran bendera di Puncak Gunung Prau.

“Sementara masih sporadis, belum ada kabar siapa yang memimpin. Hanya pendakian biasa dan upacara bendera di puncak,” kata Paulus dalam pesan singkat kepada KompasTravel, Rabu (3/8/2016) siang.

Kepala Urusan Komunikasi Perusahaan Perhutani KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Kedu Utara Divisi Regional Jawa Tengah, Herman Sutrisno menyarankan bagi para pendaki yang ingin mendaki Gunung Prau untuk tetap mengutamakan keselamatan. Terlebih cuaca di Gunung Prau, lanjutnya, cukup ekstrim dibandingkan bulan selanjutnya.

“Karena ini akhir-akhirnya lebih dingin. Persiapan fisik perlu diperhatikan, alat-alat pendakian yang lengkap. Karena kan di atas Gunung Prau kan gak boleh bikin api unggun dan selalu koordinasi dengan base camp ketika ingin mendaki,” kata Herman saat dihubungi KompasTravel, Rabu (3/8/2016).

Salah satu jalur pendakian yang menjadi favorit para pendaki untuk menuju Puncak Gunung Prau adalah Patak Banteng. Kemudahan akses, fasilitas, dan rute yang tidak terlalu sulit menjadi alasan untuk mendaki melewati rute tersebut dibanding jalur lain.
 
Jika melewati jalur Patak Banteng, pendaki cukup menempuh jarak sekitar empat kilometer atau jika ditarik garis lurus hanya berjarak 600 meter. Pendaki di Gunung Prau, dapat langsung tiba di area Puncak Gunung Prau dibandingkan jalur lain.

Adapun jalur-jalur pendakian Gunung Prau lain seperti,
  • jalur Dusun Wates, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung; 
  • jalur Dusun Kenjuran, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal; 
  • jalur Dusun Patak Banteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo; 
  • jalur Dusun Kalilembu, Kabupaten Wonosobo;
  • jalur Dusun Dieng, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.

Tanggal : 8 Agustus 2016
Sumber : Kompas.com
 

OPENTRIP Gunung Prau 2016

Written By Syarifain Ghafur on Selasa, 16 Februari 2016 | 18.27


OPENTRIP Gunung Prau 2016
Sabtu-Ahad, 09-10 April 2016

start from Yogyakarta / Magelang / Temanggung / Wonosobo
via Patak Banteng Dieng Plateau

informasi dan pendaftaran hubungi

085.643.455.685 (WA/SMS/Call.) # 7A722B86

atau kunjungi
Tambakbayan VI No. 01 Caturtunggal Depok Sleman Yogyakarta 55281

insya Allah dalam menjalankan program OPEN TRIP Gunung Prau kami team Ekspedisi XploreWisata(Dot)com hendak menyelenggarakan OPEN TRIP pada,

hari, Sabtu-Ahad
tanggal, 09-10 April 2016
jam 16.00-20.00

tempat,
  • meet Point 1 dan 2 di Yogyakarta
  • meet Point 3 di Magelang
  • meet Point 4 di Temanggung
  • meet Point 5 di Wonosobo

dengan biaya,
  • Rp. 100.000,00 biaya join, Tiket Masuk (transport, logistik belum termasuk)
  • Rp. 200.000,00 biaya join, Tiket Masuk, Transportasi Motor Bareng Crew kami
  • Rp. 400.000,00 biaya join, Tiket Masuk, Transportasi Mobil Bareng Crew kami
Adapun pendaftaran di mulai dari informasi ini dimuat sampai terpenuhinya Quota untuk yang membutuhkan transportasi bersama kami.

*) perkiraan estimasi waktu

dengan fasilitas :
  1. Teman Ndaki dari XploreWisata.Com
  2. Tiket Masuk Kawasan Wisata Gunung Prau
  3. Sahabat Baru yang Insya Allah kocak habis :) :) :)
untuk perlengkapan dan yang belum kami cantumkan belum termasuk fasilitas.
Bagaimana untuk tenda dan lain sebagainya ??

Akan kami sewakan di mitra kami apabila memang membutuhkan karena menyewa di mitra kami akan mendapatkan bonus tambahan yakni tidak terkena denda jika terjadi keterlambatan dalam kewajaran.

Revisi Tambahan Jadwal Pendakian
jam 14.00 kumpul di Lokasi Meet Point 1 Jembatan Layang Janti Yogyakarta
jam 14.00 - 15.00 briefing sebentar (bisa juga tanpa briefing langsung berangkat)
jam 15.00 - 16.00 tiba di Lokasi Meet Point 2 di Masjid Baitul Wahidin Utara Terminal Jombor
jam 16.00 - 17.00 briefing sebentar penjelasan rute perjalanan dan langsung berangkat ke Dieng Plateau
jam 17.00 - 19.00 diperkirakan sampai Dieng Plateau
jam 19.00 - 22.00 rehat sejenak, ngrumpi dan kenalan
jam 22.00 - 02.00 perjalanan menuju Puncak Gunung Prau
jam 02.00 - 04.30 pendirian tenda dilanjutkan istirahat
jam 04.30 - 05.15 pelaksanaan sholat Subuh Berjamaah
jam 05.15 - 08.00 berburu Sunsrise dan masak
jam 08.00 - 08.00 persiapan turun
jam 08.00 - 11.00 turun ke basecamp
jam 11.00 - 13.00 istirahat, sholat dan makan
jam 13.00 - 17.00 perjalanan menuju rumah masing masih
*hanya sebagai gambaran karena banyak yang menanyakan ^_^
kami ingatkan bahwa kami naik malam :) :) 
agar tidak memerlukan banyak logistik yang perlu dipersiapkan ^_^

Jadwal OpenTrip XploreAdventure 

BB 7A722B86 Call. / SMS / WA / Line / WeChat 085643455685

Gua Pindol Yang Tak Terlupakan

Written By Syarifain Ghafur on Kamis, 31 Desember 2015 | 04.04



Gua Pindul, Wisata Berkesan di Yogyakarta
Wisata Seger di Yogyakarta foto kami ambilkan dari www.google.com

Siapa yang belum pernah mendengarkan keindahan Gua Pindul di Gunungkidul Yogyakarta ?? maka pastilah anda kami sampaikan Kurang Piknik :) :)

Karena ketenaran gua Pindul sebagai salah satu wahana wisata alam tidak diragukan lagi keelokannya sehingga tidak perlu lama Gua Pindul sudah menjadi salah satu tujuan wisata utama di Yogyakarta.

Kami sampaikan bahwa untuk memasuki Gua Pindul para wisatawan perlu mengocek beberapa puluh ribu rupiah untuk mendapatkan beberapa fasilitas yang sudah sekretariat persiapkan,

Diantara fasilitas yang kami persiapkan adalah :
  1. Transportasi Lokal
  2. Pemandu Lokal
  3. Asuransi
  4. Minuman
  5. Ban Pelampung
  6. Pelampung
Untuk menikmati keindahan Gua Pindul ada beberapa kali pengeluaran, yakni :
  1. Tiket Masuk Kawasan Wisata (semua yang masuk kawasan wisata dikenai biaya ini sesuai Perda Gunungkidul)
  2. Tiket Masuk Gua Pindul (hanya dikenakan kepada yang masuk ke Gua Pindul dan sudah include dengan fasilitas yang kami sebutkan di atas)
  3. Toilet (termasuk pengeluaran pribadi)
  4. Titip Tas (di tempat kami gratis namun ada beberapa sekretariat yang memungut biaya)
  5. Fotografer (termasuk pengeluaran rombongan yang bisa dinegosiasikan)
  6. dan pembiayaan lainnya yang bersifat sebagai tambahan dan penunjang.
Adapun bagi para calon wisatawan yang membutuhkan informasi ataupun ingin melakukan reservasi bisa menghubungi kami di nomor 

085.643.455.685 # 7A722B86

Office :
Tambakbayan VI No. 01 Caturtunggal Depok Sleman Yogyakarta 55281

Kami melayani,
  • Konsultasi dan Reservasi,
  • Pemesanan Catering,
  • Pemesanan Transportasi (Bus, Avanza, Inova, Xenia, ELF Long, ELF Short dan lainnya)
  • Pemesanan Paket Wisata
  • dan lainnya :)
Paket Gua Pindul Termurah, Gua Pindul termeriah, Adventure team


















Infotaiment

Kuliner

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kabar Internet - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger